JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dikabarkan telah menyetujui rencana proyek Jalan Tol Lembah Anai-Bukittinggi di Sumatera Barat.
Hal ini ditegaskan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam media briefing di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (16/01/2026).
“Itu termasuk salah satu yang sudah sempat saya sounding ke Presiden dan beliau sudah oke,” kata Dody.
Tahap Persiapan
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar mengatakan bahwa proyek tersebut masih dalam tahap persiapan studi kelayakan atau feasibility study (FS).
“Ada tahapan-tahapan (proyek), terkait dengan FS, pra-FS, kemudian nanti kita lelang,” ujar Roy.
Saat ini, Kementerian PU juga tengah menyiapakn Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) proyek tol dan Dinding Penahan Tanah (DPT).
“Kemudian baru kita bikin desain sampai dengan pelaksanaan,” ucap Roy.
Terbuka Segala Bentuk Pendanaan
Roy mengatakan bahwa proyek ini terbuka dengan segala model pembiayaan, baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pinjaman luar negeri, maupun investor swasta.
“Ada loan mungkin, ada APBN atau sumber-sumber lain seperti investor swasta yang akan kita dorong ikut berpartisipasi dalam pembangunan jalan tol tersebut,” ucapnya.
Sementara Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida mengatakan telah berdiskusi dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) terkait kemungkinan pendanaan.
“Jadi memang ini karena kemarin arahan Pak Menteri, jadi kemarin AIIB juga sudah kita sounding terkait yang teman-teman Bina Marga siapkan FS-nya dan untuk pendanaan loan, ada proses di lender,” kata Wida.
Mengenal Lembah Anai
Lembah Anai merupakan salah satu kawasan alam paling dikenal di Provinsi Sumatera Barat. Wilayah ini tidak hanya menyuguhkan panorama alam yang khas, tetapi juga jadi jalur penghubung antardaerah, khususnya antara Kota Padang dan Kota Bukittinggi.
Secara administratif, Lembah Anai berada di Kabupaten Tanah Datar dan sebagian wilayah Kabupaten Padang Pariaman yang berada di kaki Pegunungan Bukit Barisan.
Lembah Anai juga termasuk dalam kawasan Cagar Alam Lembah Anai, yang ditetapkan sebagai wilayah konservasi sejak masa kolonial Belanda.
Status cagar alam ini membuat kawasan tersebut dilindungi karena memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, baik flora maupun fauna endemik Sumatera. Hutan di Lembah Anai berfungsi penting sebagai daerah resapan air dan penyangga ekosistem di wilayah sekitarnya.
Namun, kondisi alam yang berbukit dan berhutan lebat juga membuat kawasan ini rawan bencana alam, seperti longsor dan banjir bandang, terutama saat curah hujan tinggi.
Selain sebagai kawasan konservasi, Lembah Anai memiliki nilai strategis sebagai jalur transportasi utama. Jalan yang melintasi Lembah Anai menjadi akses penting yang menghubungkan wilayah pesisir barat Sumatera Barat, khususnya Padang, dengan daerah dataran tinggi seperti Bukittinggi, Payakumbuh, dan sekitarnya.
Jalur ini telah digunakan sejak lama dan menjadi salah satu ruas jalan paling sibuk di Sumatera Barat. Salah satu ikon utama di ruas jalan ini adalah Air Terjun Lembah Anai, yang berada tepat di sisi jalan utama. (Rls).


















