Example 728x250

Pemimpin Yang Baik adalah Pemimpin Yang Mencintai Rakyatnya dan Rakyatnya Mencintai Pemimpinnya

Oplus_131072
banner 120x600
banner 468x60

Lampung – Ada yang menarik dalam sambutan dan arahan langsung dari Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M. pada saat rapat koordinasi optimalisasi aset inovasi layanan, jasa, dan inovasi kerja sama di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Kamis (02/02) yang lalu. 

Dari cuplikan Video Singkat pada kegiatan tersebut, Gubernur Lampung menyampaikan arahannya kepada semua Kepada Semua Kepala OPD Pamerintah Provinsi Lampung, seperti ada beberapa Kata dan Kalimat yang Kami kutip,

banner 325x300

“Kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mencintai rakyatnya dan rakyatnya pun mencintai dia”

“Dalam setiap perubahan, yang mampu bertahan hanya yang bisa beradaptasi”

“Begitu juga perintahan kita, tapi sebelum adaptasi itu kita harus tahu posisi kita ini apa sih? sebagai apa?

Di negara ini, di daerah ini, di birokrasi ini, Bapak ini sebagai apa, sebagai siapa, apa manfaat Bapak ini?

Ucap Gubernur Lampung dalam sambutan dan arahannya, dengan lembut Mirza Gubernur Lampung Juga melanjutkan arahannya,

“Apa maksud Allah Ta’ala kasih ibu Bapak Ibu sekalian jabatan? “

“Kita ini semua jadi pelayan, kasih amanah, itu dulu yang pertama yang harus kita paham. “

“Ada APBD, tidak ada APBD,  jadikan jabatan Bapak Ibu sekalian, itu punya manfaat buat masyarakat. “

“Kita menganalogikan kita orang tua dulu ya, seorang bapak, seorang emak, ini tahu bu, anaknya ini suka makan apa, sakitnya apa.”

“Kita seorang bagi orang tuanya masyarakat, ini tahu masyarakat kampung ini mau kita jadikan apa. Kita cita-cita sama mereka.”

“Apakah seorang orang tua harus kaya raya dulu, baru bisa mendidik anak.”

Apakah seorang orang tua harus lengkap yang dia miliki, baru anaknya bisa bangkit.”

“Sarat untuk itu nomor satu buku, untuk tahu kita mau apain anak-anak kita ini.”

“Cinta.”

Kalimat yang disampaikan Gubernur Lampung ini meski tanpa menggunakan Intonasi tinggi dan dengan lembut masuk kesemua relung hati pendengarnya, terutama kepada semua kepala OPD yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dengan suasana hening saat Gubernur memberikan Arahannya dengan beberapa Kalimat juga diucapakan

“Kata Nabi SAW, seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mencintai rakyatnya dan rakyatnya pun mencintai dia”.

“Jadi ketika kita semestinya sudah dapat kepada mereka, baru untuk eksekusi.”

“Untuk rencana, untuk buat program, dan lain-lain, itu kita butuh data.”

“Kata Nabi SAW, beruntunglah, beruntunglah, beruntunglah, beruntunglah, tujuh kali dia buat beruntung.”

“Beruntunglah bagi orang-orang yang Allah takdirkan jadi pintu pembuka kebaikan.”

Dengan Sikab kesederhanaan, kesehajaan seorang Pemimpin, dari Kata yang lembut dan terarah tanpa sedikitpun menunjukan Intonasi tinggi dan tanpa emosi Gubernur Lampung memberikan petunjuk petunjuk yang terarah

Bukan hanya mengedepankan pemikiran Ilmiah semata tapi diimbangi dengan Nilai Religius, menjadikan sosok Gubernur Muda ini menjadi Panutan semua Kalangan, bahkan tidak sedikit orang yang menyimak Cuplikan Videonya dibeberapa Gruf Publik mengatakan “Layak untuk dua Periode memimpin Lampung” bahkan ada juga yang mengatakan “Wajar Jika menjadi Ketua Partai Gerindra Kesayangan Bapak Prabowo Subianto”.

Sebagai mana diketahui kegiatan tersebut Dituliskan dalam Agenda Harian Gubernur Lampung, rakor itu diikuti Gubernur Mirza, Sekdaprov Marindo Kurniawan, Inspektur Bayana, para Staf Ahli Gubernur, Asisten Administrasi Umum Sulpakar, para kepala badan, kepala dinas, kepala biro, dan Seluruh kepala satuan kerja di lingkungan Pemprov Lampung.

Diketahui terkait dengan kondisi APBD 2026 yang merupakan APBF survival-konsolidatif dengan fokus menjaga layanan dasar dan program prioritas strategis itu, Gubernur Mirza meminta seluruh pejabat pimpinan tinggi pratama untuk melakukan tiga hal. Yaitu:

1. Kurangi kegiatan-kegiatan seremonial.

2. Pastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memiliki nilai dan dampak kebetmanfaatannya untuk masyarakat Lampung.

3. OPD harus berpikir untuk mencari potensi PAD, bagaimana memaksimalkan aset yang ada di OPD dapat menghasilkan PAD.

Rakor ini sebagai Upaya persoalan maksimalisasi aset OPD guna mendulang PAD Pamerintahan Provinsi Lampung kedepan. (Am).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *