Bandar Lampung ,–Di ruang rapat utama Pemerintah Provinsi Lampung, Kamis (9/4/2026), suasana berlangsung khidmat. Namun di balik prosesi pelantikan itu, tersimpan makna yang lebih dari sekadar seremonial, yakni arah baru bagi dua sektor vital yakni energi dan sumber daya air.
Dua pejabat tinggi pratama, Febrizal Levi Sukmana dan Budi Darmawan, resmi bertukar posisi. Levi yang sebelumnya memimpin Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral kini dipercaya mengelola Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air. Sementara Budi, yang sebelumnya mengurusi air, kini beralih mengomandoi sektor energi dan mineral.
Pelantikan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, berdasarkan keputusan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Sekda, rotasi jabatan ditegaskan sebagai bagian dari dinamika organisasi. Bukan sekadar perpindahan kursi, melainkan strategi untuk memperkaya pengalaman dan memperluas perspektif kepemimpinan.
“Peralihan ini merupakan bagian dari tour of duty dan tour of area, untuk memperkuat kapasitas pejabat dalam menghadapi tantangan yang berbeda,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Namun, pesan yang disampaikan tidak berhenti pada formalitas. Gubernur mengingatkan bahwa jabatan bukanlah zona nyaman. Setiap posisi adalah amanah yang menuntut kinerja nyata, bukan sekadar rutinitas administratif.
Sektor energi, sumber daya mineral, dan sumber daya air, disebut sebagai urat nadi kehidupan masyarakat. Dari listrik yang mengalir ke rumah-rumah, hingga air yang menghidupi pertanian dan kebutuhan sehari-hari, semuanya bertumpu pada kebijakan yang tepat dan eksekusi yang cepat.
Karena itu, kedua pejabat diminta tidak hanya bekerja di balik meja. Program yang dijalankan harus mampu menjawab persoalan riil di lapangan mulai dari ketersediaan energi, ketahanan pangan, hingga mitigasi bencana.
Lebih jauh, integritas dan akuntabilitas juga menjadi sorotan. Pengelolaan sumber daya alam, menurut gubernur, harus dilakukan secara transparan dan berpihak pada kepentingan publik.
“Inovasi berbasis data dan respons cepat menjadi kunci. Birokrasi tidak boleh sibuk tanpa arah, tetapi harus menghasilkan dampak yang terukur,” tegasnya.
Rotasi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun birokrasi yang adaptif dan profesional.
Harapannya, dengan penyegaran ini, kinerja perangkat daerah semakin tajam dan mampu mendorong daya saing daerah secara berkelanjutan.
Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, pertukaran arah antara Levi dan Budi bukan sekadar pergantian jabatan.
Ini adalah ujian sejauh mana pengalaman baru mampu melahirkan solusi nyata bagi masyarakat Lampung.(Rls)


















